Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Zina
#1
Bagaimana bila menikahi wanita hamil karena berzina ( hamil di luar nikah) ?

Dalam Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam(KHI), Bab VIII Kawin Hamil sama dengan persoalan menikahkan wanita hamil. Pasal 53 dari BAB tersebut berisi tiga(3) ayat , yaitu :

1. Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dinikahkan dengan pria yang menghamilinya.

2. Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat(1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dulu kelahiran anaknya.

3. Dengan dilangsungkan perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

Persoalan menikahkan wanita hamil apabila dilihat dari KHI, penyelesaiaanya jelas dan sederhana cukup dengan satu pasal dan tiga ayat. Yang menikahi wanita hamil adalah pria yang menghamilinya, hal ini termasuk penangkalan terhadap terjadinya pergaulan bebas, juga dalam pertunangan.

Asas pembolehan pernikahan wanita hamil ini dimaksudkan untuk memberi perlindungan kepastian hukum kepada anak yang ada dalam kandungan, dan logikanya untuk mengakhiri status anak zina.

Dalam kasus wanita hamil yang akan menikah dengan laki-laki lain yang tidak menghamilinya, ada dua pendapat yaitu :

Pertama, harus menunggu sampai kelahiran anak yang dikandung wanita tersebut. Dan status anak yang dilahirkan kelak, dapat dianggap sebagai anak laki-laki yang mengawini wanita tersebut dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Kedua, siapapun pria yang mengawini dianggap benar sebagai pria yang menghamili, kecuali wanita tersebut menyanggahnya. Ini pendapat ulama Hanafi yang menyatakan bahwa menetapkan adanya nasab (keturunan) terhadap seorang anak adalah lebih baik dibanding dengan menganggap seorang anak tanpa keturunan alias anak haram.

Perkawinan dalam kasus ini dapat dilangsungkan tanpa menunggu kelahiran bayi, dan anak yang dikandung dianggap mempunyai hubungan darah dan hukum yang sah dengan pria yang mengawini wanita tersebut.

Di sinilah letak kompromistis antara hukum Islam dan hukum adat dengan menimbang pada kemaslahatan, aspek sosiologis dan psikologis.

Menurut Jumhur ulama berdasar pada hadis 'Aisyah dari Ath-Thobary dan ad-Daruquthny, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan dan ia mau mengawininya.

Beliau berkata:"Awalnya zina akhirnya nikah, dan yang haram itu tidak mengharamkan yang halal."Sahabat yang membolehkan nikah wanita berzina adalah Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas yang disebut madzab Jumhur. (Ali Assobuny/I/hlm49-50).

Begitulah..... Smile
Reply
#2
Hmm... begitu ya, status anaknya kelak jd bahan pertimbangan utama
Top
Reply
#3
mathy_goblock Wrote:Hmm... begitu ya, status anaknya kelak jd bahan pertimbangan utama
Top
dalam syariah tidak ada kewajiban untuk segera menikah bagi pasangan yg terlanjur berdosa, apakah hingga hamil dan melahirkan atau tanpa kehamilan, yg jelas ila pria dan wanita bersanggama diluar nikah, tak ada kewajiban mereka harus menikah, walaupun mereka melahirkan diluar nikah.

namun secara adat istiadat, akan menjadi aib bagi keluarganya bila mereka tak menikah, maka cara menutupi aib itu dg cara dinikahkan, atau pihak keluarga wanita menuntut si pria agar bertanggungjawab dan menikahinya, karena belum tentu ada pria lain yg mau menikahi wanita itu bila terbukti ia seorang pendosa.

Mengenai anak itu tentunya bukan keturunan sang ayah secara syariah, walaupun ia sedarah dg ayahnya, maka anak itu tetap suci, mulia, namun tidak mewarisi dari ayahnya, dan nasabnya kembali pada ibunya, secara syariah anak itu sama saja seperti anak pungut oleh ayahnya.
Reply
#4
Great! jadi lebih paham... maturnuwun ya... Top Top Top
Reply
#5
tp soal warisan...apakah anak itu dapat / berhak atas warisan dari ayahnya nga?
Reply
#6
silakov Wrote:tp soal warisan...apakah anak itu dapat / berhak atas warisan dari ayahnya nga?
tidak ada warisan kecuali sdh diwasiatkan oleh sang ayah
Reply
#7
Top Top Top Top
Reply
#8
Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink
Reply
#9
(08-06-2010, 03:51 PM)kariage kun Wrote: Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink

Untuk masalah hukum rajam Silahkan KLIK INI

hanya saja Indonesia tidak memberlakukan hukum rajam kecuali di daerah tertentu

Smile
Reply
#10
(08-06-2010, 10:01 PM)big2besar Wrote:
(08-06-2010, 03:51 PM)kariage kun Wrote: Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink

Untuk masalah hukum rajam Silahkan KLIK INI

hanya saja Indonesia tidak memberlakukan hukum rajam kecuali di daerah tertentu

Smile

Confused



Grin
Reply


Possibly Related Threads...
Thread Author Replies Views Last Post
  Hukum Orang Yang Memakan Riba amzn 7 2.456 20-05-2014, 01:33 PM
Last Post: lembutwati
  Hukum Allah Di Negara Kafir faruqditera 0 859 18-03-2013, 02:13 PM
Last Post: faruqditera
  Hukum Allah Di Negara Kafir faruqditera 0 1.013 13-03-2013, 02:48 PM
Last Post: faruqditera

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram