Thread Rating:
  • 3 Vote(s) - 2.67 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengubur Ari - Ari
#1
Sebenarnya yang dianjurkan dalam masalah ari-ari adalah menguburnya. Dimana dikuburkan dan bagaimana? Tidak ada ketentuan khusus yang diberikan agama tentang ini.

Dalam tradisi masyarakat kita terkadang kita temukan beberapa kepercayaan tentang masalah penguburan ari-ari, namun hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agama kita.

Penjelasan Sedikit :
Qurthubi dalam tafsirnya (2/102) menukil pernyataan Tirmidzi dalam kitab "Nawadirul Usul" bahwa Rasulullah s.a.w. mengatakan "Bersihkan kuku kalian, pendamlah potongan kuku kalian, bersihkan sela-sela tangan, bersihkan gusi dan gosoklah gigi, jangan kalian datang kepadaku dengan gigi yang kuning dan bau".

Mengapa kita disuruh memendam/mengubur potongan kuku?

Ini menunjukkan bahwa jasad bani adam mempunyai kemuliaan, meskipun ia telah terpotong atau terlepas, kemuliaan tersebut masih tetap ada, maka selayaknya ia dikubur seperti pada saat bani adam meninggal dunia.

Dalam riwayat Aisyah lain, Rasulullah s.a.w. memerintahkan agar mengubur bekas darah "ihtijam" (pengobatan tradisional dengan mengambil darah kotor dari tubuh) supaya tidak dimangsa anjing.(Bekam?)

Riwayat Aisyah lain mengatakan Rasulullah s.a.w. memerintahkan mengubur tujuh jenis anggota tubuh manusia, yaitu rambut, kuku, darah, bekas darah haid, gigi yang terlepas, potongan khitan dan ari-ari.
Qurthubi tidak memberikan keterangan tentang kekuatan riwayat ini.

Dalam kitab "Ghadaa'ul Albab" karangan Safarini (1/382) disebutkan bahwa binti Bashrah mengatakan "Aku melihat ayahku memotong kuku lalu memendam potongannya, lalu ia berkata 'Aku melihat Rasulullah melakukannya'".

Ahmad bin Hanbal pernah ditanyai tentang rambut dan kuku, apakah menguburnya atau membuangnya?
Ia menjawab "agar menguburnya. Ibnu Umar melakukan demikian".

Mengubur anggota yang terpotong atau terlepas dari tubuh manusia merupakan salah satu cara memuliakan bani Adam.

Ibnu Hajar mengatakan bahwa ini hanya sunnah dan tidak wajib, barangsiapa melakukannya tentu merupakan tindakan terpuji.

Memanfaatkan Ari-ari

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, ari-ari bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan medis tertentu.

Bila di sana terdapat manfaat dan maslahah, memanfaatkan ari-ari untuk tujuan tersebut tidak ada salahnya dari tinjauan agama, karena dalam tinjuan syariah mewujudkan manfaat lebih utama dari menyia-nyiakannya.

Fatawa Azhariyah, Mei 1997, Syeh Athiyah Muhammad Shaqr.
Reply
#2
masih bingung nih........

mohon pencerahan lebih lanjut.............

soalnya ada yang mengubur ari-ari dan benda-benda tertentu......
seperti mengubur ari-ari dengan emas... agar anaknya kaya.... dsb

begitu pula ada yang menunggu sampa 40 hari baru dikubur.......... dsb
Reply
#3
sutisna Wrote:masih bingung nih........

mohon pencerahan lebih lanjut.............

soalnya ada yang mengubur ari-ari dan benda-benda tertentu......
seperti mengubur ari-ari dengan emas... agar anaknya kaya.... dsb

begitu pula ada yang menunggu sampa 40 hari baru dikubur.......... dsb
big2besar Wrote:Sebenarnya yang dianjurkan dalam masalah ari-ari adalah menguburnya.

Dimana dikuburkan dan bagaimana?
Tidak ada ketentuan khusus yang diberikan agama tentang ini.

Dalam tradisi masyarakat kita terkadang kita temukan beberapa kepercayaan tentang masalah penguburan ari-ari, namun hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agama kita.
Reply
#4
Malah Ari ari anakku tak buang ke laut, biar mantep kan ????
Reply
#5
uday Wrote:Malah Ari ari anakku tak buang ke laut, biar mantep kan ????
Big Grin Big Grin Big Grin

ari ari itu ibarat kata orang tua dulu adalah teman semasa dalam kandungan nya si anak...
ketika si anak lahir ke bumi....yah selayaknya teman nya dikuburkan saja.

kalau kata orang jawa ari ari itu sodara kembarnya si anak lah.
Reply
#6
brainwashed Wrote:
uday Wrote:Malah Ari ari anakku tak buang ke laut, biar mantep kan ????
Big Grin Big Grin Big Grin

ari ari itu ibarat kata orang tua dulu adalah teman semasa dalam kandungan nya si anak...
ketika si anak lahir ke bumi....yah selayaknya teman nya dikuburkan saja.

kalau kata orang jawa ari ari itu sodara kembarnya si anak lah.
Berarti salah orang tua saya, wong kita ga di ajarin, maklum terlalu pd
Reply
#7
Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
Reply
#8
caksogel Wrote:Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
nah loh kang...gimana nih?benar tidaknya kita lihat nanti......... Peace
Reply
#9
brainwashed Wrote:
caksogel Wrote:Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
nah loh kang...gimana nih?benar tidaknya kita lihat nanti......... Peace
itu semua hanya tradisi dari lingkungan tempst tinggal bukan dari agama
Reply
#10
ipunk07 Wrote:
brainwashed Wrote:
caksogel Wrote:Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
nah loh kang...gimana nih?benar tidaknya kita lihat nanti......... Peace
itu semua hanya tradisi dari lingkungan tempst tinggal bukan dari agama
Betul boss, makanya diatas saya bilang saya yakin itu hanya mitos....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram