Thread Rating:
  • 2 Vote(s) - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Buku Kristen Muhammadiyah, Mengisahkan Toleransi Islam dan Kristen di Sekolah
#1
Jakarta (SIB)
Aksi terorisme yang mengguncang Jakarta beberapa waktu lalu seakan menyudutkan umat Islam, karena para teroris tersebut mengatasnamakan Islam dalam menjalankan aksinya. Namun, buku Kristen Muhammadiyah:Konvergensi Muslim dan Kristen dalam Pendidikan karangan dua orang intelektual Muhammadiyah, seakan mendobrak keadaan tersebut.
“Kehadiran buku ini sedikit terlambat, seharusnya sebelum tahun 2003 sebelum adanya UU Sisdiknas, karena dalam Pasal 12 bermasalah mengenai setiap peserta didik mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya, dan buku ini bisa dijadikan contoh tentang wajah pendidikan kita,” tutur Suyanto, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional,” dalam acara peluncuran buku terbitan Al-Wasat itu, di Jakarta, Senin (10/8).
Buku tersebut dinilai tepat kehadirannya pada saat ekstremisme dan terorisme sedang berkembang, sebab buku itu menetralkannya. Dua intelektual pengarang buku itu adalah Abdul Mu’ti yang merupakan mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah dan Fazar Riza Ul Haq, Direktur Program Maarif Institute.
Mereka mengisahkan tentang toleransi antara minoritas Islam dengan mayoritas Kristen, baik Katolik maupun Protestan, dalam wadah pendidikan Muhammadiyah, di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Serui, Papua, dan Putussibau, Kalimantan Barat. Abdul Mu’ti mengatakan bahwa buku yang merupakan disertasinya semasa mengambil gelar doktor itu mengisahkan SMA Muhammadiyah di Ende dapat diterima masyarakat, bahkan 2/3 muridnya beragama Katolik, dan bagi mereka disediakan guru agama Katolik untuk mendapatkan pelajaran agama.
Mengenai mengapa banyak anak Katolik dan Protestan yang bersekolah di Muhammadiyah, menurut Abdul, karena sekolahnya bagus dan murah. “Musuh kita bersama adalah kemiskinan. Jadi pendidikan semestinya menjadi sebuah jawaban bahwa sikap toleransi antarumat beragama bisa ditumbuhkembangkan melalui pendidikan,” tambahnya. Buku setebal 269 halaman itu ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan tidak boleh dibeda-bedakan, apalagi dengan pengotak-kotakan agama tertentu. (SH/h)


http://hariansib.com/?p=88116
Reply
#2
bagus itu. walaupun sebenarnya toleransi yg ada (kalau mau dicari) bisa lebih bagus dari berita diatas. karena yg diceritakan berita diatas hasil dari Disertasi (skripsi) yg kebetulan sample-nya ada di daerah Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Serui, Papua, dan Putussibau, Kalimantan Barat

Harus di eksplorasi lagi daerah lainnya tentang contoh toleransi Top
bahkan kalau mau telusuri Forum ini, Toleransinya malah lebih dahsyat Grin
Reply
#3
Fakta menunjukkan toleransi bisa berjalan jika mayoritas muslim, kalo minoritas muslim pasti dihabisi....ingat ini FAKTA !!!!......
Reply
#4
(12-08-2009, 01:29 PM)samdeddy Wrote: Fakta menunjukkan toleransi bisa berjalan jika mayoritas muslim, kalo minoritas muslim pasti dihabisi....ingat ini FAKTA !!!!......

setuju bgt ndan coba klo islam or muslimna minoritas klo ga ******
Reply
#5
(12-08-2009, 01:29 PM)samdeddy Wrote: Fakta menunjukkan toleransi bisa berjalan jika mayoritas muslim, kalo minoritas muslim pasti dihabisi....ingat ini FAKTA !!!!......

di mana tuh
Reply
#6
Fakta dari Hong Kong?
Reply
#7
oh, faktanya ada di Hong Kong
Reply
#8
(12-08-2009, 12:48 PM)DoD Wrote: bagus itu. walaupun sebenarnya toleransi yg ada (kalau mau dicari) bisa lebih bagus dari berita diatas. karena yg diceritakan berita diatas hasil dari Disertasi (skripsi) yg kebetulan sample-nya ada di daerah Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Serui, Papua, dan Putussibau, Kalimantan Barat

Harus di eksplorasi lagi daerah lainnya tentang contoh toleransi Top
bahkan kalau mau telusuri Forum ini, Toleransinya malah lebih dahsyat Grin

Betul Prov, Sulawesi Utara dapat dijadikan Contoh bagaimana Toleransi beragama itu dijalankan. Top
... Cuma judul Berita ini Keblinger, masa Kristen Muhammadiyah. fbtongueusing:
Reply
#9
Mungkin maksudnya Kristen dan Muhammadiyah kali.
Reply
#10
(12-08-2009, 01:29 PM)samdeddy Wrote: Fakta menunjukkan toleransi bisa berjalan jika mayoritas muslim, kalo minoritas muslim pasti dihabisi....ingat ini FAKTA !!!!......

ingat... di Sulawesi Utara sangat tinggi toleransinya dalam beragama walaupun di daerah tetangga(Poso & Ambon) sedang terjadi kerusuhan kami masyarakat Sulawesi Utara tidak mudah terpancing
jadi menurut saya pandangan anda tentang mayoritas dan minoritas itu salah...! dan semua juga tahu kalau di Sulawesi Utara itu adalah mayoritas Kristen.
Semuanya tergantung masyarakat itu sendiri tidak perlu mayoritas Islam,Kristen,Hindu,Budha...!
Semua agama saya rasa mengajarkan tentang kebaikan dan kedamaian jadi kalau ada yang mengacau saya rasa itu pribadi masing-masing dan tidak terlepas dari ulah provokasi dari pihak yang bertanggung jawab.


(12-08-2009, 06:17 PM)herufbi Wrote: Betul Prov, Sulawesi Utara dapat dijadikan Contoh bagaimana Toleransi beragama itu dijalankan. Top
... Cuma judul Berita ini Keblinger, masa Kristen Muhammadiyah. fbtongueusing:

Top

Blah
kok ada aliran Kristen Muhammadiyah...


Peace
Reply


Possibly Related Threads...
Thread Author Replies Views Last Post
  Indonesia Akan Bangun Sekolah Di Gaza askom 15 3.284 05-12-2012, 04:25 PM
Last Post: Nul trucci
  Polisi Kaget Charlie 'iPad' Tunjukkan Buku Manual Mrgareb 70 9.826 01-04-2012, 08:52 AM
Last Post: DenBejo
  1 Kursi Pesawat Presiden = 2 Sekolah Dasar venstarvv 10 1.786 28-02-2012, 05:12 PM
Last Post: adihaha

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram